Sudah lebih dari sebulan kami tinggal di bawah satu atap yang sama, tanpa status hukum dan RA masih tetap menjaga janjinya ‘untuk tak menyentuhku’.
Hal yang sangat tidak masuk akal sepertinya bagi orang lain, bahkan juga bagi diriku sendiri. Jadi bisa dibayangkan, bagaimana RA ’si lelaki bermata nakal’ itu, boleh memandang hal ini sebagai hal yang sangat FENOMENAL tidak masuk akalnya. Sungguh ini bukan perjuangan mudah untuk tetap merasa waras, saat segala hasrat rasanya hampir meledak, hanya dengan sedikit sentuhan atau bahkan hanya dengan hembusan nafas yang kadang terlalu dekat.
Aku tokh hanya manusia biasa. Dan RA adalah………untungnya…..laki-laki yang sangat luar biasa.
Pagi ini, tak sengaja aku masuk ke kamar mandi, saat RA sedang menggosok gigi. Laki-laki ini punya kebiasaan buruk, untuk tak pernah mengunci kamar mandi, saat sedang di dalam. Tatapan matanya, seperti menantangku, “apa aku berani untuk tetap berada di dalam?”…….dan karena aku memang sudah kehilangan kewarasanku semenjak sebulan yang lalu, aku memutuskan untuk menutup pintu kamar mandi itu, dari dalam.
Terdengar suara para setan bersorak-sorai di kejauhan……..
Rasanya ternyata, benar-benar unbelievable menegangkannya, saat tatapan mata kami beradu di kaca kamar mandi. Hanya sebuah tatapan tajam, tapi bisa mengantarkan sejuta arus listrik. Sepertinya gosok gigi pagi itu, bisa memcahkan rekor MURI sebagai gosok gigi terlama. RA hanya tersenyum simpul, sambil terus menggosok giginya. Kemudian badannya berbalik dan bersandar di meja wastafel, sambil terus menggosok, mata nakalnya menelusuri tubuhku.
Tak ada kata yang terucap……apalagi pembicaraan…….saat sambil menggelengkan kepala sekilas……sejenak menghela nafas…..dia kemudian mendekatiku….(ekspresi mukanya seperti menunjukkan, bahwa saat itu ada hal penting, yang harus segera diucapkan….)
Wajahnya yang menunduk untuk berkumur, atau tangannya yang memang harus menyilang untuk menaruh kembali pasta gigi di tempatnya (yang memang ada di samping tubuhku), seperti sengaja terlalu dekat ke dadaku. Dan dengan harum nafas mint yang tercipta, RA menjilat telingaku sekilas, dan berbisik “Aku nggak terlalu suka pasta gigi ini…..Mili, masih punya persediaan pepsodent?”
Kemudian sambil tetap tersenyum, RA keluar kamar mandi! Kali ini dia nggak lupa untuk menutup pintu……..dan…..GUBRAKKK……….terdengarlah suara para setan yang jatuh pingsan di kejauhan!…..(hihihi maaf, pak setan. sepertinya belum waktunya, anda beraksi!)
gyahahaha *ngebayangin*
BalasHapus