14 FEBRUARI

Aku tak pernah tau jelas, dengan yang dimaksud arti CINTA itu apa. Yang jelas saat ini aku sedang mengalami satu perasaan baru, yang tak pernah kurasakan sebelumnya pada seorang manusia. Aneh sekali, dulu biasanya aku adalah gadis kecil kesayangan papa, yang tak akan mungkin melakukan sesuatu yang akan membuatnya bersedih. Dulu, aku hanyalah gadis kecil yang hidup nyaman dalam perlindungan benteng keluargaku. Tapi begitu bertemu dengan RA, semuanya terasa berubah. Aku tak mengerti apa mungkin itu yang namanya CINTA, tapi aku sudah bersumpah, untuk tak akan membiarkan siapapun menyakiti RA.

Iyaa karena aku akan memeluknya erat-erat, hingga tak ada yang bisa melukai sayap patahnya lagi.

Sebelum bertemu dengan RA, duniaku hanya terasa seperti gumpalan marsmallow, manis dan lembut.

Ahh tak terbayangkan, seorang manusia biasa, bisa membuat duniaku seperti langit musim semi.

Iyaa, ada gemuruh hujan dan dinginnya tiupan angin, tapi juga ada hangatnya matahari di ujung pelangi.

Mengingat tanggal ini, jadi terlintas kenangan saat aku berbohong pada papa 'bahwa aku akan pergi ke tempat MR', padahal aku malah akan makan malam bersama RA. Rasanya begitu sedih sekali di dada, harus membohongi orang yang mengalirkan darah di tubuhku. Hatiku terus berdetak kencang, tapi seperti biasanya, semuanya sirna saat melihat senyum RA yang menyambut kedatanganku. Selalu seperti itu. Ketenangannya selalu bisa membuatku merasa damai. Saat bersamaku, aku tak pernah bisa melihat sosok 'monster' menyeramkan pada diri RA, seperti yang selalu didengungkan orang tuaku (akibat pengaruh provokasi keluarga besar).

Pernah di suatu waktu, saat aku melarikan diri kembali dari rumah, setelah pertengkaran hebat dengan papaku. Tanpa berusaha mengambil kesempatan sedikitpun, RA malah menitipkan aku di tempat seorang teman perempuan. Setelah puas menumpahkan semua rasa sesak di dada, menemaniku sampai tertidur, kemudian paginya ia datang kembali sambil membawa bunga. Dia bilang "aku tadi jadi tontonan orang banyak, gara2 bawa bunga!". Tak terbayangkan, laki-laki yang terkenal kaku, tapi dia bisa niat pergi ke tempat jual bunga di pagi subuh! Setelah memberiku bunga, di jam 6 pagi, kemudian ia kembali lagi ke rumahnya sebelum mengantarkanku kembali ke rumah papa.

Hehe laki-laki itu selalu saja bisa membuatku melihat pelangi di ujung badai.

Siang tadi aku memutuskan untuk membolos dari tempat kerja ku, untuk ikut mengantarkan RA ujian interview kerja. Seperti biasanya, setiap kali menunggu, aku akan mencari mushola terdekat, untuk sholat dhuha dan membaca arrahman. Atau kadang hanya menunggu di tempat parkir, sambil terus berdzikir dan menangkupkan kedua tanganku di dada, memohon pada sang penguasa ARASSY untuk terus memeluk RA. Hehe rasanya jadi kayak lagi berperang bersama, ada benang-benang doa yang menyambungkan hatiku dengannya.

Aku tak tau apa yang akan terjadi di depan, tapi entah mengapa aku selalu yakin, kalau semuanya akan baik-baik saja! Barusan aku selesai membuat 20 berkas lamaran kerja untuk RA. Wah kadang tukang pos nya sampai kebingungan kalau ngeliat aku sibuk huru-hara, menyiapkan segitu banyak amplop lamaran untuk dikirim setiap minggunya. Aku tau ia lelah karena sibuk belajar dan terpaksa membuat dua tugas paper, termasuk tugas milikku. Hehe ini namanya pembagian tugas yang cerdas! Moga2 penjaga ujian nya ga rese kayak yang waktu itu, sampai aku susah gerak, buat nyontek jawabannya RA! Ahh doa yang aneh! apa yaa akan dikabulkan?

Malam sudah tua, aku harus segera tidur, untuk bangun dengan segar di esok pagi, dan kembali menemani RA menaklukkan dunia! Semuanya pasti akan baik-baik saja! AKU YAKIN!

26 JANUARI

Begitu besarnya ujian yang datang….Aku tau, aku tak boleh mengeluh….dan aku juga tak ingin mengeluh, walau bagaimanapun sakitnya dunia melempariku. Tapi melihat laki-laki yang kubanggakan, terluka……tapi melihat laki-laki yang, baginya akan kuberikan segalanya, harus merangkak di depan dunia…..sungguh aku tak kuat!

Aku tak dibesarkan oleh orangtuaku bersama nilai-nilai kesombongan, tapi sayangnya, dunia ternyata memiliki sistem nilai tersendiri…..

Beberapa hari yang lalu, saat melihatmu sedang berada di rumah papa pada jam kantor, keluarga mama yang suka hobi usil pun menanyakan alasannya pada orangtuaku. Dan mereka dengan tetap berusaha tersenyum pun menjawab “oh RA lagi cuti kok!”. Yang kemudian dilanjutkan dengan derasnya pertanyaan menyelidik tentang pekerjaan dan kantor RA.

Aku tau, begitu menyesakkan dadamu, saat mendengar orang tuaku harus berbohong tentangmu di depan dunia. Aku tau, begitu meruntuhkan harga dirimu saat ini, karena merasa tak berharga. Hingga di suatu malam, setelah beberapa hari terdiam resah, kau mengucapkan “Mili, kita harus solat taubat. Kita harus berubah! Kita harus dekat ama ALLAH, kalau pingin ada sesuatu yang ditunggu. Untungnya kita udah menikah dan legal di depan ALLAH. Mulai sekarang, ayo barengan sujud ama ALLAH. Bantu aku minta, biar bisa cepet bahagiain kamu.”

Seperti biasanya, pagi ini rutinitas kami akan dimulai dengan RA mengantarkan aku bekerja di kantor baruku, yang sungguh sangat jauh di tengah kota. Setelah sampai di kantor, yang masih terlalu pagi (karena jika jadwal berangkatnya mundur 10 menit aja, malah justru akan terlambat jauh!), kita akan sarapan bersama di belakang kantorku. Aku akan menemanimu sampai di detik terakhir sebelum jam kantor dimulai. Kemudian kau akan kembali ke masjid dekat kantorku, tempat kau akan menghabiskan waktumu seharian, sampai waktunya menjemput aku pulang.

Dan di tengah bisingnya hari, diiringi doaku yang harus tetap tersenyum di depan klien walau dada terasa sesak, kau akan bersujud di depan sang MAHA BESAR. Dalam deraian airmata di antara sujud sujud panjangmu dalam dhuha, kau akan terbang ke arassy, mengadukan semua kegelisahanmu pada sang MAHA PEMILIK SEGALAnya.

Dhuhur pun datang, dan setelah solat berjamaah, kau akan menjemputku untuk makan siang bersama di belakang kantorku. Dunia rasanya tak terasa begitu kejam, saat melihat senyummu, walau teman kantorku akan dengan rese’ nya bergosip “kok mau sih berhubungan ama cowok yang ga jelas masa depannya….mendingan jadian ama mas DN, kemarin dia titip salam lagi tuh. Eksemud loh…..”

Sorenya kau akan menjemputku, sambil bercerita seru tentang persahabatanmu, dengan tukang parkir dan gerombolan preman di sekitar kantorku. Kemudian kita akan bersama-sama berangkat ke kampus….

Ahhh tenang sayang! Semuanya akan baik-baik saja…..percaya ama aku kan? Aku kan orang sakti!