26 JANUARI

Begitu besarnya ujian yang datang….Aku tau, aku tak boleh mengeluh….dan aku juga tak ingin mengeluh, walau bagaimanapun sakitnya dunia melempariku. Tapi melihat laki-laki yang kubanggakan, terluka……tapi melihat laki-laki yang, baginya akan kuberikan segalanya, harus merangkak di depan dunia…..sungguh aku tak kuat!

Aku tak dibesarkan oleh orangtuaku bersama nilai-nilai kesombongan, tapi sayangnya, dunia ternyata memiliki sistem nilai tersendiri…..

Beberapa hari yang lalu, saat melihatmu sedang berada di rumah papa pada jam kantor, keluarga mama yang suka hobi usil pun menanyakan alasannya pada orangtuaku. Dan mereka dengan tetap berusaha tersenyum pun menjawab “oh RA lagi cuti kok!”. Yang kemudian dilanjutkan dengan derasnya pertanyaan menyelidik tentang pekerjaan dan kantor RA.

Aku tau, begitu menyesakkan dadamu, saat mendengar orang tuaku harus berbohong tentangmu di depan dunia. Aku tau, begitu meruntuhkan harga dirimu saat ini, karena merasa tak berharga. Hingga di suatu malam, setelah beberapa hari terdiam resah, kau mengucapkan “Mili, kita harus solat taubat. Kita harus berubah! Kita harus dekat ama ALLAH, kalau pingin ada sesuatu yang ditunggu. Untungnya kita udah menikah dan legal di depan ALLAH. Mulai sekarang, ayo barengan sujud ama ALLAH. Bantu aku minta, biar bisa cepet bahagiain kamu.”

Seperti biasanya, pagi ini rutinitas kami akan dimulai dengan RA mengantarkan aku bekerja di kantor baruku, yang sungguh sangat jauh di tengah kota. Setelah sampai di kantor, yang masih terlalu pagi (karena jika jadwal berangkatnya mundur 10 menit aja, malah justru akan terlambat jauh!), kita akan sarapan bersama di belakang kantorku. Aku akan menemanimu sampai di detik terakhir sebelum jam kantor dimulai. Kemudian kau akan kembali ke masjid dekat kantorku, tempat kau akan menghabiskan waktumu seharian, sampai waktunya menjemput aku pulang.

Dan di tengah bisingnya hari, diiringi doaku yang harus tetap tersenyum di depan klien walau dada terasa sesak, kau akan bersujud di depan sang MAHA BESAR. Dalam deraian airmata di antara sujud sujud panjangmu dalam dhuha, kau akan terbang ke arassy, mengadukan semua kegelisahanmu pada sang MAHA PEMILIK SEGALAnya.

Dhuhur pun datang, dan setelah solat berjamaah, kau akan menjemputku untuk makan siang bersama di belakang kantorku. Dunia rasanya tak terasa begitu kejam, saat melihat senyummu, walau teman kantorku akan dengan rese’ nya bergosip “kok mau sih berhubungan ama cowok yang ga jelas masa depannya….mendingan jadian ama mas DN, kemarin dia titip salam lagi tuh. Eksemud loh…..”

Sorenya kau akan menjemputku, sambil bercerita seru tentang persahabatanmu, dengan tukang parkir dan gerombolan preman di sekitar kantorku. Kemudian kita akan bersama-sama berangkat ke kampus….

Ahhh tenang sayang! Semuanya akan baik-baik saja…..percaya ama aku kan? Aku kan orang sakti!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar